Studi Informatika

Panduan Pembelajaran Ilmu Teknologi & Komputer

Saturday, March 4, 2017

MEMORI - 3 : Memori ROM (Read Only Memory)



Baik SRAM maupun DRAM adalah chip yang volatile, yaitu chip yang dapat menyimpan informasi selama ada catu daya listrik. Pada saat tidak ada catu daya maka informasi yang terdapat didalamnya akan hilang tipe chip ini cocok untuk menyimpan program dan data temporer yaitu yang dijalankan pada saat komputer aktif.

Dalam sistem komputer terdapat bebrapa aplikasi yang perlu terus berjalan walaupun catu daya dimatikan. Contoh, pada komputer umumnya informasi data dan program dalam jumlah besar disimpan dalam memori eksternal (hard disk), termasuk sistem operasi. Pada saat komputer dinyalakan, sistem operasi harus diambil dari disk ke dalam memori utama. Proses ini memerlukan program yang dijalankan sistem operasi dengan program "boots". Karena program "boots" ukurannya besar, sebagian besarnya disimpan dalam disk. Prosesor harus mengeksekusi intruksi yang diambil program boot kedalam memori. Jika semua memori hanya chip memori volatile maka tidak ada yang bisa digunakan prosesor untuk melakukan proses tersebut. Solusi masalah ini adalah dengan adanya memori yang bersifat non-volatile yaitu memori yang tetap menyimpan intruksi walaupun tidak ada suplay listrik yangt salah satu fungsinya untuk mengambil program boot dari disk.

Read Only Memory (ROM)
Bebearapa ROM dirancang untuk dapat diisi data oleh pengguna, atau ROM yang dapat diprogram, diistilahkan bagai programmable ROM (PROM). Pemrograman dilakukan dengan menyisipkan sumbu pada titik P. Sebelum diprogram, semua sel memori bernilai 0. User dapat mengisi nilai satu pada lokasi yang diinginkan dengan membakar sumbu pada lokasi tersebut menggunkan listrik arus tinggi. Proses ini tidak bisa diulangi dan nilainya tidak dapat dikembalikan. Hanya satu kali proses pemrograman.

EPROM
Tipe chip ROM yang lain adalah ROM yang dapat diprogram dan dihapus kembali. ROM yang dapat dihapus dan diprogram ulang dinamakan erasable-programmable ROM (EPROM). Pada saat pemrograman ulang, chip diambil secara fisik dan diprogram kemudian dikembalikan.

EEPROM
Kekurangan chip memerlukan EPROM adalah pada saat melakukan pemograman, chip tersebut harus diambil secara fisik dari rangkaian untuk diprogram ulang dan semua isinya dihapus dengan menggunakan sinar ultraviolet. Dimungkinkan untuk melakukan proses penghapusan dan pemrograman  EPROM secara elektrik tanpa harus mengambil EPROM dari rangkaian. EPROM jenis ini dinamakan electrically EPROM (EEPROM). Pada memori EEPROM isi sel yang akan dihapus dapat dipilih terlebih dahulu. Kemudian proses pemograman dilakukan dengan menggunakan arus listrik. Kekurangan EEPROM adalah diperlukan voltase yang lebih tinggiuntuk menghapus, menulis dan membaca data yang disimpan.

Memori Flash
Pendekatan teknologi yang mirip dengan EEPROM yang saat ini berkembang adalah memori flash. Sel yang digunkan pada memori flash adalah transistor seperti sel EEPROM. Memori ini dapat dihapus dan diprogram ulang. Memori ini dapat menyimpan data dalam waktu yang lama.

Silahkan klik link dibawah untuk lanjut pada pembahasan yang terakhir pada judul MEMORI ini yaitu : Memori Cache

Memori - 4 : Memori Cache
Saturday, March 4, 2017 March 04, 2017 - tanpa komentar

No comments:

Post a Comment